Pages

03 September 2009

Perayaan Syukuran 4 (empat) Tahun Caritas Keuskupan Sibolga Berlangsung Meriah Bersama Anak-anak Panti Asuhan





Gunung Sitoli – CKS, Dalam rangka 4 ( empat ) tahun Caritas Keuskupan Sibolga (CKS-red ) berkarya di wilayah Keuskupan Sibolga, maka pada Jumat ( 28/8/2009) CKS mengadakan acara syukuran sederhana di Panti Rehabilitasi Anak Cacat Caritas Dorkas Fodo Gunung Sitoli bersama pengurus dan anak-anak penghuni Panti Fodo, Panti Asuhan Alma serta Asrama Monaco.
Acara diawali dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang, OFM Cap. dan dilanjutkan dengan acara perayaan sederhana di aula serbaguna Fodo.
Dalam sambutannya Uskup menyampaikan harapannya agar semangat caritas atau kasih selalu menjadi landasan dalam setiap karya-karya Caritas Keuskupan Sibolga tanpa memandang perbedaan status, agama, suku bangsa atau perbedaan-perbedaan lainnya.
Dalam perayaan tersebut, CKS juga membagi-bagikan bingkisan tanda kasih kepada panti yang hadir pada saat itu.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini dimeriahkan oleh penampilan vocal group anak-anak Asrama Monaco dan anak-anak dari Panti Caritas Dorkas Fodo serta permainan-permainan untuk anak seperti lomba makan kerupuk dan lomba ketangkasan dan juga permainan untuk dewasa yang diikuti oleh staff CKS , perwakilan donor dan juga para pengurus panti. Dalam kesempatan tersebut turut hadir perwakilan donor dari Caritas Austria, Caritas Italia dan Caritas Perancis. (mh)

18 August 2009


30 Juli 2009
Studi Lapangan Tim Pos Gizi Moro’ō ke Teluk Dalam

Gunung Sitoli, CKS - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan Tim Pos Gizi (TPG ) Moro’o dampingan Departemen Livelihood CKS, anggota tim bersama dengan beberapa staf CKS (Caritas Keuskupan Sibolga-red) melakukan studi lapangan ke Teluk Dalam di desa Hilifatema Botohilitanō, Kamis 30 Juli 2009.
Studi Lapangan ini melihat dan berdiskusi secara langsung dengan Tim Pos Gizi dampingan SurfAid yang telah lebih dahulu melakukan kegiatannya di daerah tersebut.
Dalam studi lapangan ini, para peserta diajak melihat bagaimana cara penimbangan balita dan juga pemberian makanan bagi balita yang mengalami malnutrisi. Peserta juga melakukan disikusi dan tanya jawab yang dibagi dalam dua kelompok mengenai hal-hal yang berkaitan dalam pengelolaan pos gizi termasuk kendala-kendala yang dihadapi oleh para ibu asuh, relawan maupun fasilitator. Diskusi berlangsung seru dimana ibu-ibu yang rata-rata berpendidikan rendah ini ternyata mampu menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan lugas .
Dari diskusi diperoleh gambaran bahwa kondisi kesehatan anak mengalami peningkatan setelah rutin mengikuti pos gizi yang dimulai sejak bulan November tahun lalu. Bukan hanya peningkatan berat badan dan kelincahan anak, tapi juga perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan sepulang dari ladang, sebelum memasak, sebelum dan sesudah makan, menggosok gigi dengan teratur dan perilaku sehat lainnya sudah mulai menjadi gaya hidup keluarga begitu juga dengan cara mengolah makanan yang baik dan benar yang kini sudah diterapkan oleh ibu-ibu anggota TPG. Beberapa kendala yang dihadapi dalam TPG juga diuraikan beserta cara mengatasinya. Saat ini TPG Desa Hilifatema sudah menjadi TPG Mandiri dimana pengelolaan dan pendanaannya diusahakan oleh masyarakat sendiri. Diharapkan Tim Pos Gizi Moro’o dampingan CKS dapat belajar banyak dari kunjungan ini.
Dalam studi Lapangan ini turut hadir Stefania dari Caritas Italia, Jean Cyril dari Caritas Austria, Manager Livelihood CKS, Kitri Widaretna dan Office Manager CKS, Yolanda Piliang, personil Surf Aid yang dipimpin Sam Nuhamara dan dua fasilitatornya Mutiara dan Ima Gulō, Perwakilan Paroki Nias Barat dan perangkat desa Hilifatema. Acara dimeriahkan dengan penampilan maena ibu-ibu Pos Gizi Hilifatema dan diselingi dengan makan siang bersama.(mh)


29 Juli – 31 Juli 2009
Kegiatan Pembekalan Pos Gizi Moro’o : Dari Ladang Menuju ke Piring

Gunung Sitoli, CKS - Seiring dengan berjalannya program-program CKS (Caritas Keuskupan Sibolga –red), masyarakat makin mengerti tentang kualitas hidup. Dengan kesadaran sendiri masyarakat di dusun Arolawölö, Lölömboli, Tugalagawu, Hilimamuwu & Lasarabaene yang menjadi wilayah Paroki Nias Barat menetapkan bahwa gizi merupakan salah satu prioritas masalah dan dengan inisiatif sendiri pula melakukan pendataan ibu dan balita dan kemudian mengirimkan surat kepada proyek Livelihood Moro’ō agar mau memfasilitasi ke-5 dusun ini dalam membentuk Pos Gizi.
Untuk itu Tim Livelihood melakukan kegiatan pembekalan Tim Pos Gizi Moro’ō pada tanggal 29 Juli sampai dengan 31 Juli 2009 lalu bertempat di aula Paroki Mandrehe Nias Barat. Peserta yang sebagian besar terdiri dari remaja putri ini dibekali dengan pengetahuan diantaranya mengenai peran perempuan dalam keluarga, mengenai nutrisi, menu sehat dan juga terutama adalah penyiapan menu bagi keluarga dengan praktek memasak makanan bergizi dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di dusun mereka dan yang dapat mereka sediakan sendiri (tidak membeli ).
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Dermaniati Mendrōfa selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan (KP2A & KB) Kabupaten Nias memberikan pembekalan mengenai peran perempuan dalam keluarga, sedangkan mengenai gizi dan kesehatan ibu dan anak disampaikan oleh dr. Alexsia Esensiator. Diskusi dan tanya jawab berlangsung hangat di setiap sesi.
Sekitar 20 (dua puluh) peserta dengan bersemangat melakukan praktek memasak yang resepnya telah dipersiapkan oleh Tim Livelihood dimana para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan dipandu oleh Sr. Christina & Sr. Leonarda dari Paroki Nias Barat. Bahan makanan yang dimasak beragam dan diolah dengan cara memasak yang baik dan benar agar makanan higienis dan kadar gizinya tidak hilang. Hasil praktek memasak digunakan sebagai lauk makan siang dan makan malam. Acara yang berlangsung selama 3 ( tiga ) hari ini diakhiri dengan sebuah “surprise” yaitu dukungan multivitamin dari Saka Farma Manufakturing Jakarta. Acara ini didampingi oleh semua Tim Livelivood CKS .(mh)

27 July 2009


24 Juli 2009

Pembubaran TKM ( Tim Kerja Masyarakat ) Desa Hilimbaruzō Kecamatan Gomo

Hilimbaruzō,CKS - Dengan berakhirnya proyek pembangunan 6 ( enam ) buah bak penampungan air bersih di 5 (lima) dusun di wilayah desa Hilimbaruzo kecamatan Gomo, yakni dusun : Siraha, Hiliadulo, Baruzo, Tarahoso dan dusun Tuhendaowi, maka berakhir pula tugas Tim Kerja Masyarakat (TKM ) yang selama ini ikut bekerjasama dari awal hingga berakhirnya proyek pembangunan selama lebih kurang 2 ( dua ) bulan lamanya.

Acara pembubaran TKM ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2009 di BaseCamp Proyek Hilimbaruzo yaitu di desa Sifaoro’asi.

Turut hadir dalam acara tersebut utusan masyarakat dari dusun-dusun penerima bantuan, dari perangkat desa, paroki setempat, Direktur CKS ( Caritas Keuskupan Sibolga-red. ) , Project Manager dan staff proyek serta beberapa staff dari kantor CKS.

Dalam kesempatan itu masyarakat yang diwakili kepala desa mengucapkan terimakasih kepada pihak CKS yang telah bersedia membangun bak penampungan air bersih di dusun mereka setelah beberapa waktu lamanya masyarakat desa harus berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh untuk mendapatkan air dari hele ( mata air -red).

Semenjak adanya bak penampungan air bersih ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya dan berjanji untuk merawat fasilitas bak penampungan air bersih tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pastor Mikael To selaku Direktur CKS juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama masyarakat sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam pembangunan proyek dan juga menyampaikan terimakasih kepada Tim Proyek Hilimbaruzo yang sejauh ini sudah melaksanakan tugas- tugas mereka dengan baik.

Senada dengan pesan dari direktur CKS, Martinus Zagoto selaku Project Manager juga berpesan walaupun TKM telah dibubarkan, diharapkan agar masyarakat mau menjadi pengawas dalam mencegah kerusakan dan menjaga keberadaan bak penampungan air yang sekarang telah menjadi milik masyarakat. Acara dibuka dan ditutup dengan doa oleh Pastor Moses dari Paroki Lahusa Gomo dan juga diselingi dengan makan siang bersama masyarakat dan staff.

10 March 2009

Workshop for Technology

Today we begin classes for the internet and technology. The class will be held by a volunteer from America. There are 6 participants attending.

The goals of the workshop are as follows:
1. Introduction to web blogging: adding and editing posts
2. Establish an internal web blog for staff announcements
3. Other technology tutorials as requested: database, graphic design, etc.

Class #1
As an introducation, all the participants have introduced themselves and provided a short description of their current experience with the internet and their goals of the class. To start, we went over the basics of the internet, including some types of services available: (1) search engine; (2) email capabilities; and (3) desktop publishing. Also we have introduced the current Caritas Sibolga web blog, the dashboard structure and how to add/edit posts. All the students have been given the opportunity to practice adding a post on a non-public test website. In the next class, we plan to go over designing websites from Microsoft PowerPoint. Also there is an open forum for requests for other technology tutorials.
Class #2
Today we learned Microsoft Publisher and how to create a website from scratch. We discussed the terminology related to website design and the steps involved to host/administer a wesbite.
Class #3
We reviewed the application of Class #3. In the next class, we plan to go over the fundamentals of relational databases using Microsoft Access. Also, to discuss other topics as requested.
Class #4
We learned the fundamentals of relational databases today. We also learned how to use Microsoft Access to query sample data, make forms, and design reports. Each student used a laptop to follow along in class and to gain some hands-on experience.
Class #5
Today we reviewed Microsoft Access again and examined a case study on village demographics. We used sample data from four villages including household size, family member type and member age. We practiced running queries to extract specific information, e.g. how many children per village and how many males over age 50. We also designed a report and executed formulas to count the total family members per household, total per village, and total per island; and to calculate the average age per household. Each student was able to create the queries and reports successfully.
Class #6
In this tutorial, we hope to learn the basics of graphic design, including the differences between raster and vector files and how to use Adobe Photoshop to edit images. We will also learn how to put together a sample poster using the various tools in Photoshop.