Pages

12 October 2009

Caritas Keuskupan Sibolga Mengutus 12 Relawan Untuk Bergabung dengan KARINA di Sumatera Barat

Gunungsitoli-CKS, Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban gempa yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu, Caritas Keuskupan Sibolga kembali mengirimkan sukarelawan untuk bergabung dengan KARINA KWI di Sumatera Barat setelah sebelumnya mengirimkan Fedianto Finowa’a dari Departemen DRR unit ER
( Emergency Respons) . Ke -12 relawan tersebut terdiri dari 2 orang staff CKS dan 10 orang mahasiswa/i dari STP ( Sekolah Tinggi Pastoral ) Dian Mandala Gunung Sitoli
yakni :
Koordinator<:
1. Krensensiana Dakhi (Proc.Officer CKS)
2. Eferia Gulô (Staff Departemen Sosial CKS)
Mahasiswa/i STP Dian Mandala
1. Berliana Simanjuntak
2. Rosario Zagôtô
3. Damor Edianto Bondar
4. Hadamean Tumanggor
5. Arisman Jaya Halawa
6. Siprianus Lawôlô
7. Tadeus Haki
8. Yeremia Giawa
9. Megarius Halawa
10. Bezisôkhi Hia
Tim ini direncanakan akan berada di Sumatera Barat dari tanggal 13 Oktober sampai dengan 23 Oktober 2009. (mh)

Study Banding PRB Jesuit Refugee Service (JRS) Di Caritas Keuskupan Sibolga (CKS)

Jesuit Refugee Service (JRS) adalah lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang pendampingan pengungsi dan juga mencegah terjadinya pengungsian. Mereka sudah bekerja sejak satu tahun lalu di wilayah Kluet-Kabupaten Aceh Selatan sekitar bulan Juli tahun 2008 yang lalu. Belakangan, dalam rangka mencegah terjadinya pengungsi akibat bencana JRS mulai mengimplementasikan program Pengurangan Resiko Bencana (PRB).


Gunung Sitoli - CKS, Untuk belajar lebih jauh tentang program PRB Tim JRS melakukan study banding tentang implementasi PRB di Caritas Keuskupan Sibolga yang sudah menjalankan PRBDM (PRB yang dimanajemeni masyarakat) selama kurang lebih 3 tahun. Tim JRS sejumlah 17 orang melakukan studi banding di proyek PRBDM CKS 13-16 September 2009. Tim ini mengunjungi komunitas-komunitas dampingan CKS, melihat kegiatan yang dilakukan masyarakat dan berdialog dengan masyarakat. Juga tim JRS melakukan belajar bersama tim PRBDM CKS selama satu hari. Belajar bersama tim PRBDM CKS diikuti oleh Direktur CKS yang menjelaskan Kebijakan, Visi dan Misi CKS, dilanjutkan dengan diskusi tentang konsep dasar dan proses implementasi PRB serta sharing pengalaman CKS dalam menjalankan PRBDM sejak pilot project Agustus 2007 hingga sekarang. Demikian pula tim JRS mensharingkan pengalaman mereka menjalankan proyek di komunitas di daerah Aceh Selatan di mana program mereka terbagi atas 3 kategori yakni School Project, Youth Project dan Community Project.

Kunjungan lapangan dilakukan tim JRS ke beberapa komunitas dampingan CKS diantaranya komunitas Luaha Moi, Siofaewali, Berua II dan salah satu komunitas sulung CKS yakni komunitas belakang Pasar Beringin. Dalam kesempatan berkunjung ini tim JRS berkesempatan untuk berdiskusi bersama fasilitator yang bertugas mendampingi di daerah ini dan juga dengan beberapa masyarakat di dusun dengan diskusi seputar proses PRB yang sudah berjalan selama ini.

Kegiatan sharing dan kunjungan lapangan yang berlangsung selama tiga hari itu mengahasilkan banyak pembelajaran peting tentang implementasi PRB di masyarakat bagi tim JRS sendiri dan begitu juga sebaliknya dengan tim PRBDM CKS.***

07 September 2009

Aktivitas Caritas Centre Kembali Dimulai




Gunung Sitoli – Caritas Keuskupan Sibolga,Setelah libur sesuai kalender akademik selama lebih kurang hampir 2 (dua) bulan, Caritas Centre di bawah naungan Departemen Sosial Caritas Keuskupan Sibolga kembali memulai aktifitasnya ( 24/8/09 ) di gedung Caritas Centre Jl.J.P. Vallon Ujung Km. 3 Sifalaete dengan kegiatan kursus komputer, musik dan bahasa Inggris.Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kaum muda ini berlangsung setiap hari dan diikuti oleh mayoritas mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Gunung Sitoli . Kegiatan ini tidak memungut bayaran dan akan memberikan sertifikat bagi peserta kursus yang mampu menyelesaikan kursusnya yang direncanakan berakhir pada bulan Desember mendatang. Sanksi diberikan kepada peserta kursus yang tidak mematuhi disiplin kehadiran yaitu dengan menghentikan kegiatan kursus peserta yang bersangkutan. (mh)

03 September 2009

Perayaan Syukuran 4 (empat) Tahun Caritas Keuskupan Sibolga Berlangsung Meriah Bersama Anak-anak Panti Asuhan





Gunung Sitoli – CKS, Dalam rangka 4 ( empat ) tahun Caritas Keuskupan Sibolga (CKS-red ) berkarya di wilayah Keuskupan Sibolga, maka pada Jumat ( 28/8/2009) CKS mengadakan acara syukuran sederhana di Panti Rehabilitasi Anak Cacat Caritas Dorkas Fodo Gunung Sitoli bersama pengurus dan anak-anak penghuni Panti Fodo, Panti Asuhan Alma serta Asrama Monaco.
Acara diawali dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang, OFM Cap. dan dilanjutkan dengan acara perayaan sederhana di aula serbaguna Fodo.
Dalam sambutannya Uskup menyampaikan harapannya agar semangat caritas atau kasih selalu menjadi landasan dalam setiap karya-karya Caritas Keuskupan Sibolga tanpa memandang perbedaan status, agama, suku bangsa atau perbedaan-perbedaan lainnya.
Dalam perayaan tersebut, CKS juga membagi-bagikan bingkisan tanda kasih kepada panti yang hadir pada saat itu.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini dimeriahkan oleh penampilan vocal group anak-anak Asrama Monaco dan anak-anak dari Panti Caritas Dorkas Fodo serta permainan-permainan untuk anak seperti lomba makan kerupuk dan lomba ketangkasan dan juga permainan untuk dewasa yang diikuti oleh staff CKS , perwakilan donor dan juga para pengurus panti. Dalam kesempatan tersebut turut hadir perwakilan donor dari Caritas Austria, Caritas Italia dan Caritas Perancis. (mh)

18 August 2009


30 Juli 2009
Studi Lapangan Tim Pos Gizi Moro’ō ke Teluk Dalam

Gunung Sitoli, CKS - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan Tim Pos Gizi (TPG ) Moro’o dampingan Departemen Livelihood CKS, anggota tim bersama dengan beberapa staf CKS (Caritas Keuskupan Sibolga-red) melakukan studi lapangan ke Teluk Dalam di desa Hilifatema Botohilitanō, Kamis 30 Juli 2009.
Studi Lapangan ini melihat dan berdiskusi secara langsung dengan Tim Pos Gizi dampingan SurfAid yang telah lebih dahulu melakukan kegiatannya di daerah tersebut.
Dalam studi lapangan ini, para peserta diajak melihat bagaimana cara penimbangan balita dan juga pemberian makanan bagi balita yang mengalami malnutrisi. Peserta juga melakukan disikusi dan tanya jawab yang dibagi dalam dua kelompok mengenai hal-hal yang berkaitan dalam pengelolaan pos gizi termasuk kendala-kendala yang dihadapi oleh para ibu asuh, relawan maupun fasilitator. Diskusi berlangsung seru dimana ibu-ibu yang rata-rata berpendidikan rendah ini ternyata mampu menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan lugas .
Dari diskusi diperoleh gambaran bahwa kondisi kesehatan anak mengalami peningkatan setelah rutin mengikuti pos gizi yang dimulai sejak bulan November tahun lalu. Bukan hanya peningkatan berat badan dan kelincahan anak, tapi juga perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan sepulang dari ladang, sebelum memasak, sebelum dan sesudah makan, menggosok gigi dengan teratur dan perilaku sehat lainnya sudah mulai menjadi gaya hidup keluarga begitu juga dengan cara mengolah makanan yang baik dan benar yang kini sudah diterapkan oleh ibu-ibu anggota TPG. Beberapa kendala yang dihadapi dalam TPG juga diuraikan beserta cara mengatasinya. Saat ini TPG Desa Hilifatema sudah menjadi TPG Mandiri dimana pengelolaan dan pendanaannya diusahakan oleh masyarakat sendiri. Diharapkan Tim Pos Gizi Moro’o dampingan CKS dapat belajar banyak dari kunjungan ini.
Dalam studi Lapangan ini turut hadir Stefania dari Caritas Italia, Jean Cyril dari Caritas Austria, Manager Livelihood CKS, Kitri Widaretna dan Office Manager CKS, Yolanda Piliang, personil Surf Aid yang dipimpin Sam Nuhamara dan dua fasilitatornya Mutiara dan Ima Gulō, Perwakilan Paroki Nias Barat dan perangkat desa Hilifatema. Acara dimeriahkan dengan penampilan maena ibu-ibu Pos Gizi Hilifatema dan diselingi dengan makan siang bersama.(mh)